Polisi Bekuk Penjual Materai Palsu Online

Polisi membekuk kumpulan pemalsu materai yang dipasarkan secara online yang berjumlah sembilan orang.

 

Masing-masing terduga berinisial ASR, DK, SS, ASS, ZUL, RH, SF, DA, dan R. Pengungkapan ini menurut informasi dari Direktorat Pajak mengenai adanya penjualan materai palsu di website online.

 

“Kami berkolaborasi dengan Ditjen Pajak dan Kantor Pos. Dalam pengungkapan permasalahan ini, kami memerlukan waktu empat bulan semenjak Oktober 2018. Akhirnya, kami menyelamatkan sembilan orang dengan perannya masing-masing,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

 

Wahyu menjelaskan, terduga ASR dan DK diciduk di Bekasi pada akhir Februari 2019.

 

ASR berperan sebagai penyablon dan penjaja materai palsu di website online, sedangkan DK sebagai kurir.

 

“ASR memakai nama inisial JF saat memasarkan materai palsu di website online,” tutur Wahyu.

 

Selanjutnya, polisi menyelamatkan tersangka SS di wilayah Depok. Dirinya berperan sebagai penyedia bahan baku penciptaan meterai palsu dan menolong mencarikan percetakan.

 

Tersangka ASS yang diciduk di wilayah Bekasi berperan sebagai pencari percetakan dan penciptaan hologram materai palsu.

 

“Pengembangan terus dilakukan. Tersangka ZUL dan RH ditangkap wilayah Jakarta Timur. Mereka berperan mencetak dasar meterai palsu memakai mesin,” jelas Wahyu.

 

Setelah mengerjakan pengembangan, diciduk tiga terduga lainnya yaitu SF, DA, dan R.

 

SF berperan sebagai pembuat hologram atau polimeterai palsu memakai mesin poli. DA berperan sebagai kurir, sedangkan R berperan sebagai penjahit materai palsu memakai mesin pencacah manual dan mesin pembolong berbentuk bintang dan oval.

 

Atas perbuatannya tersebut, sembilan tersangka tersebut dijerat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 mengenai Bea Meterai, Pasal 257 KUHP, dan Pasal 253 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.